Manasik Haji Kelas 12 SMAIT Nurul Fajri

Pada hari Rabu 27 Agustus 2025 – Siswa kelas 12 SMAIT Nurul Fajri melaksanakan kegiatan Manasik Haji di Az Zahra Manasik Center, Karawang. Acara ini merupakan agenda rutin tahunan sekolah dalam membekali siswa dengan pengalaman nyata pelaksanaan ibadah haji sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan yang dapat diterapkan sehari-hari.
Rombongan berangkat dari sekolah pada pukul 06.00 WIB. Dalam perjalanan sekitar kurang lebih 1,5 jam menuju lokasi, guru pendamping memberikan pengarahan tentang makna ihram, pentingnya menjaga niat, dan adab dalam menunaikan manasik. Antusiasme siswa terlihat sejak awal perjalanan, karena mereka menyadari kegiatan ini bukan sekadar simulasi, tetapi juga sarana pembinaan ruhiyah.
Sesampainya di lokasi, para siswa ikhwan mengenakan kain ihram, sementara siswi dengan busana muslimah yang rapi dan sopan. Acara diawali dengan tilawah Al-Qur’an yang meresapi suasana, dilanjutkan sambutan ketua pelaksana yang menegaskan bahwa manasik ini adalah bekal penting bagi generasi muda Islam agar lebih siap saat kelak benar-benar berangkat ke tanah suci.
Mutawwif memberikan penjelasan runtut tentang tata cara pelaksanaan haji, mulai dari niat ihram, doa-doa, hingga makna spiritual di balik setiap rukun haji. Dengan penyampaian yang interaktif, siswa diajak memahami bahwa ibadah haji tidak hanya ritual, melainkan juga simbol perjuangan, kesabaran, dan pengorbanan.

Setelah mendapat bimbingan, para siswa mempraktikkan seluruh rangkaian ibadah haji secara berurutan:
- Wukuf di Arafah – memahami bahwa puncak haji adalah saat bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah.
- Muzdalifah – siswa mengambil batu sebagai simbol persiapan melawan hawa nafsu.
- Mina – melempar jumrah dengan penuh semangat, melatih diri untuk konsisten dalam melawan godaan.
- Thawaf di Ka’bah – berjalan mengelilingi Ka’bah tujuh kali, merasakan kedekatan spiritual dengan pusat ibadah umat Islam.
- Sa’i antara Shafa dan Marwah – meneladani perjuangan Siti Hajar dalam mencari air bagi Nabi Ismail, yang sarat dengan keteguhan hati dan tawakal.
- Tahallul – tahallul bukan sekadar potong rambut, tetapi simbol penyempurnaan ibadah, kebersihan jiwa, dan ketaatan seorang hamba.
Kegiatan ini mengajarkan siswa banyak hal: kesabaran saat wukuf, kedisiplinan dalam mengikuti urutan ibadah, kerja sama saat berlatih bersama, serta fokus pada tujuan sebagaimana sa’i Shafa–Marwah. Semua nilai itu tidak hanya penting dalam ibadah, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari: di rumah, di sekolah, dan dalam pergaulan sosial.
Melalui kegiatan ini, SMAIT Nurul Fajri kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang menghadirkan pendidikan utuh dan seimbang akademik yang unggul sebagai sekolah Islam Modern berdaya saing global.
Kepala SMAIT Nurul Fajri menyampaikan, “Kami ingin membekali siswa tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga pengalaman berharga yang membentuk iman, takwa, dan akhlak mulia. Inilah bekal sejati mereka ketika terjun ke masyarakat dan menghadapi masa depan.”
SMAIT Nurul Fajri – Iman, Ilmu, Amal Akhlak Mulia
Penulis : Elis Lisnawati, S.Pd

