Ngobrol Impian SMAIT Nurul Fajri: Mimpi itu gratis, Tapi mewujudkannya butuh strategi
Jum’at, 1 Agustus 2025 – Kantin SMAIT Nurul Fajri dipenuhi semangat dan rasa ingin tahu. Ratusan siswa duduk rapi, menanti momen langka: kesempatan berdialog langsung dengan dua narasumber istimewa — mahasiswa dari Universitas Islam Madinah (UIM) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Acara ini bertajuk NGOPI (Ngobrol Impian) dengan tema “Mimpi itu gratis, Tapi mewujudkannya butuh strategi”, sebuah forum inspiratif yang diinisiasi sekolah untuk menumbuhkan motivasi dan wawasan siswa tentang pendidikan tinggi serta cita-cita masa depan.
Kegiatan Ngobrol Impian ini, Menghadirkan Dua Perspektif Dunia Pendidikan dimana narasumber pertama adalah seorang mahasiswa Universitas Islam Madinah, kampus ternama di Arab Saudi yang menjadi impian banyak pelajar muslim di seluruh dunia. Ia berbagi kisah perjuangannya menembus seleksi ketat, tantangan adaptasi budaya, hingga pengalaman belajar langsung di jantung dunia Islam. “Belajar di Madinah bukan hanya soal akademik. Di sini, kita menyelami langsung nilai-nilai Islam dari sumbernya. Ilmu yang kita dapat bukan hanya di kelas, tapi juga di kehidupan sehari-hari,” ujarnya, memotivasi siswa untuk serius menuntut ilmu agama sejak dini.
Narasumber kedua adalah mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), salah satu kampus terbaik di Indonesia untuk bidang kependidikan. Ia mengisahkan perjalanan studinya yang fokus pada pendidikan modern dan inovasi pengajaran.“Guru itu bukan hanya mengajar, tapi membentuk peradaban. Pendidikan adalah investasi terbesar untuk membangun masa depan bangsa,” katanya dengan penuh keyakinan.

Kegiatan Ngobrol Impian ini, tidak hanya sekadar ceramah satu arah, tetapi siswa SMAIT Nurul Fajri diberi kesempatan untuk bertanya secara langsung. Mulai dari tips beasiswa luar negeri, cara mengatasi rasa minder, strategi belajar efektif, hingga bagaimana menjaga motivasi ketika menghadapi kegagalan.
Banyak siswa-siswi SMAIT Nurul Fajri yang terinspirasi. Beberapa siswa bahkan menyatakan ingin mengikuti jejak narasumber, baik untuk kuliah di luar negeri maupun menjadi pendidik profesional di Indonesia.
Kepala SMAIT Nurul Fajri dalam sambutannya menyampaikan,
“Kami ingin siswa kami tidak hanya bermimpi, tetapi juga tahu jalan untuk mewujudkannya. Melalui acara seperti ini, mereka bisa belajar langsung dari orang yang pernah berada di posisi mereka.”

Acara ditutup dengan foto bersama dan penyerahan cinderamata. Senyum para siswa mencerminkan satu hal: impian mereka kini terasa lebih dekat.
Penulis : Fahmi Hasanudin, S.Si

