BERBALAS PANTUN DI GELAR KARYA P5 SMAIT NURUL FAJRI

Berbalas Pantun di Gelar Karya P5 SMAIT Nurul Fajri

                       Selasa, 28 Mei 2024. Dilaksanankan puncak dari rangkaian acara Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada implementasi Kurikulum Merdeka, yaitu dengan nama Gelar Karya SMAIT Nurul Fajri dengan tema “Kagak Kenal, Kagak Demen” yang merupakan bagian dari materi Kearifan Lokal.

 Kegiatan awal ini diawali dengan penampilan Palang Pintu yang dipersembahkan oleh peserta didik Ikhwan kelas 11, pada umumnya ditampilkan pada saat upacara adat masyarakat Betawi. Kegiatan Palang Pintu menggabungkan seni bela diri dengan seni sastra pantun. Jawara kelas 11 IPA yang harus bertemu dengan Jawara kelas 11 IPS untuk saling berbalas pantun dan seni bela diri yang secara personal mereka telah pelajari.

           

Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Kepala SMA IT Nurul Fajri, Bapak Shalahuddin, S.S.I., M.Pd. dan dilanjutkan dengan penampilan Jingle P5 oleh pengurus Ambalan kelas 11 SMAIT Nurul Fajri. Tari Kabupaten Bekasi oleh perwakilan kelas 11. Tidak ketinggalan penampilan tari Ondel-ondel dan tari Silat oleh perwakilan Ikhwan kelas 10.

Sampai pada pertunjukan puncak dari Gelar Karya yaituPertunjukan Permainan Tradisional yang khas dengan masyarakat Betawi. Dimulai dengan permainan Gangsing Kayu oleh kelas 10-1, Permainan Lompat Tali oleh kelas 10-3, Permainan Galasin oleh kelas 10-2 dan ditutup dengan Permainan Ular Tangga oleh kelas 10-4. Tidak hanya itu, MC Nadif dan MC Bintang juga menantang penonton untuk ikut bermain Lompat Tali, yang tidak disangka sangat antusias diterima oleh banyak penonton Ikhwan. Selain penampilan permainan oleh kelas 10, terdapat pula bazar permainan tradisional oleh kelas 11 dan bazar makanan tradisional yang disajikan oleh kelas 11. Dengan jenis makanan yang bervariasi, yang bisa menuntaskan lapar dan dahaga setelah menonton penampilan dan ikuti bermain permainan tradisional. Mulai dari Ketoprak, Soto Betawi, Putu Mayang, Kembang Goyang, sampai Es Selendang Mayang dan Es Cincau.

      

 

Dengan dilaksanakannya pameran permainan tradisional dan bazar makanan tradisional ini diharapkan dapat membantu peserta didik agar dapat mencintai tradisi tradisional serta makanan tradisional yang ada di sekitarnya. Karena pada dasarnya makanan tradisional yang kita miliki jauh lebih baik dibandingkan fast food yang sering mereka makan. Serta dapat mencegah kecandungan

 gawai dengan lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan bermain bersama.

 

 

 

 

Penulis: Nabila Triyastika, S.Pd.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top