
Persoalan sampah kerap dipandang sebelah mata sebagai masalah klasik yang sulit terselesaikan. Namun, di tangan para pelajar SMAIT Nurul Fajri, persoalan tersebut justru diubah menjadi ladang kreativitas. Melalui karya inovatif bertajuk Perancangan dan Implementasi Pengolahan Sampah Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI) Easy Bin, delegasi muda asal SMAIT Nurul Fajri Cikarang Barat ini sukses meraih Juara 3 dalam ajang Lomba Inovasi tingkat Kabupaten Bekasi. Prestasi ini membuktikan bahwa teknologi kecerdasan buatan bukanlah hal yang rumit dan jauh, melainkan solusi nyata yang bisa diciptakan langsung dari bangku sekolah.

Tempat sampah pintar bernama Easy Bin ini memiliki fitur yang sangat fungsional. Alat tersebut tidak hanya mampu mengenali dan memilah jenis sampah secara otomatis, tetapi juga dilengkapi sistem pendeteksi kapasitas yang terhubung secara langsung melalui aplikasi berbasis website. Jadi, ketika tempat sampah sudah penuh, volumenya dapat langsung terpantau dari jarak jauh. Di balik kecanggihan alat ini, terdapat kerja sama tim yang sangat padu. Muhammad Sidiq bertindak sebagai ketua tim yang mengatur jalannya proyek. Sementara itu, urusan sistem teknologi dan kecerdasan buatan dikerjakan dengan cermat oleh Tristan Ahnaf Wiraatmaja sebagai pengembang sistem. Kerja sama ini semakin sempurna dengan kehadiran Irsyad Hilmi yang bertugas mempresentasikan hasil karya tersebut dengan sangat baik di hadapan dewan juri.

Tentu saja, keberhasilan ini tidak datang dengan sendirinya. Semua itu merupakan hasil dari proses belajar, penelitian, dan bimbingan yang sabar dari guru pembimbing, yaitu Ibu Alfiatus Sholihah, S.Kom. dan Ibu Nabila Sekarini R, S.Pd. Berkat arahan mereka, gagasan para siswa berhasil diwujudkan menjadi sebuah alat yang berguna bagi banyak orang. Pencapaian ini sekaligus menunjukkan komitmen SMAIT Nurul Fajri dalam menerapkan sistem pembelajaran abad ke-21. Para siswa tidak sekadar belajar teori di dalam kelas, melainkan diajak untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan mencari solusi nyata menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi nilai keimanan.
“Bagi kami, teknologi bukan sekadar alat yang canggih, melainkan sarana untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi sesama,” ujar perwakilan tim.
-Muhammad Sidiq
Pada akhirnya, piala yang dibawa pulang oleh Sidiq dan kawan-kawan bukan sekadar lambang kemenangan dalam sebuah lomba. Lebih dari itu, ini adalah bukti bahwa generasi Rabbani dari SMAIT Nurul Fajri siap menatap masa depan dengan karya nyata, nalar yang cerdas, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Penulis : Alfiatus Sholihah, S.Kom

