Field Trip? Seru!

CIKARANG BARAT – Belajar sambil jalan-jalan. Ya, itu adalah definisi dari field trip. Belajar tidak selalu di dalam kelas saja. Belajar tidak hanya mengasah hard skill seperti kemampuan siswa di berbagai mata pelajaran saja, tetapi belajar juga bisa mengasah soft skill para peserta didik seperti team work, kemampuan berkomunikasi, problem solving, dan lain sebagainya. Maka dari itu, field trip yang merupakan agenda tahunan yang diadakan SMPIT Nurul Fajri khususnya kelas 8 ini, mengusung tema “Sharpening Soft Skill through Fun Learning”.
Tujuan dari kegiatan field trip ini yaitu untuk mengajak para peserta didik bernapas sejenak dari hiruk pikuk tugas-tugas sekolah. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengasah soft skill peserta didik. Berdasarkan tujuan tersebut, SMPIT Nurul Fajri melaksanakan kegiatan field trip ke Lubana Sengkol, Tangerang Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 76 siswa siswi kelas 8 SMPIT Nurul Fajri dan didampingi oleh 4 wali kelas.
Kamis (5/10/2023), para peserta field trip sudah berkumpul di Pemasaran Perumahan Taman Aster. Kami berangkat pukul 06.00 WIB dengan menggunakan 2 bus milik perusahaan swasta, yaitu 1 bus besar dan 1 bus berukuran medium. Diawali dengan doa sebelum naik kendaraan, kami mengarungi perjalanan selama kurang lebih dua jam. Para peserta didik begitu menikmati perjalanan, ada yang mendengarkan musik dan bernyanyi bersama, ada yang asik berbincang dengan temannya, serta ada yang menikmati snack sambil memandangi pemandangan di luar jendela bus.
Ketika hampir tiba di lokasi, para peserta didik bersiap membawa barang-barangnya untuk ditaruh di aula lokasi tempat kami melaksanakan field trip. Setibanya di lokasi, para kakak-kakak tour guide sudah stand by untuk memandu kami ke dalam lokasi. Teh manis hangat sudah disiapkan di meja untuk menyambut kami. Lalu kami diarahkan untuk menuju ke pendopo Lubana Sengkol untuk melakukan pembukaan dan pengenalan para tour guide-nya. Para kakak-kakak tour guide memberikan ice breaking terlebih dahulu kemudian memberikan beberapa games untuk menentukan kelompok yang akan digunakan selama permainan dalam kegiatan field trip ini.
Di sana terdapat berbagai permainan seru yaitu flying fox, panahan, perahu kano, perang bantal di atas lumpur, memasukkan paku ke dalam botol secara berkelompok, dan edukasi tentang reptil. Sebelum menaiki flying fox, para peserta didik harus memanjat melalui wall climbing dan jembatan tali yang memang sudah sepasang dengan flying fox-nya. Kegiatan ini sangat seru dan menegangkan.
Pada permainan panahan, para peserta didik mendapat giliran memanah yang tentu saja di depan mereka sudah ada target panahan yang menunggu untuk ditembakkan. Sementara itu, pada permainan memasukkan paku dalam botol, mereka sangat fokus sampai salah satunya ada yang jongkok untuk menyeimbangkan paku tersebut.
Dalam permainan perahu kano, para peserta didik dipakaikan pelampung terlebih dahulu untuk keselamatan mereka karena mereka akan beradu mengambil bola warna warni di danau. Kelompok yang mendapatkan bola lebih banyak yang akan menjadi pemenangnya. Mereka mendayung sekuat tenaga sambil beberapa kali tertawa karena hampir terjatuh dari perahu. Mereka sangat menikmati permainan ini.
Setelah dari perairan, mereka beralih ke permainan lumpur, yaitu perang bantal. Bantal yang tergeletak di atas bambu sudah menunggu kami. Dua perwakilan kelompok maju untuk melakukan permainan perang bantal. Mereka hampir tidak memiliki tenaga untuk mengangkat bantalnya karena tenaganya sudah habis untuk tertawa. Sampai pada akhirnya, salah satu perwakilan kelompok tersebut bergelayutan di bawah bambu dan akhirnya terjatuh. Lawan pun bersorak karena mereka memenangkan permainan tersebut.
Terakhir, edukasi reptil. Para peserta didik diberi penjelasan apa itu reptil, contoh hewannya seperti apa, dan bagaimana dia hidup. Salah satu tour guide-nya menjelaskan edukasi tersebut sambil membawa ular seolah-olah sudah menjadi bestie dengan ular tersebut. Mereka dibiarkan untuk menyentuh, memegang, bahkan menjadikan ular tersebut seperti kalung, yang tentu saja dalam pengawasan tour guide-nya. Mereka terkejut saat menyentuh sisik ular tersebut, licin dan geli. Takut tetapi penasaran, ya, itulah mereka. Memang sejatinya rasa penasaran harus selalu tumbuh dalam diri mereka. Rasa penasaranlah yang membawa mereka pada keberanian. Selama hal tersebut masih positif, itu bukanlah masalah bagi mereka.
Tak terasa, langit pun menunjukkan perubahan pada warnanya. Cerah menuju gelap. Setelah istirahat, berganti pakaian, sholat, dan makan, kami berkumpul di aula untuk melakukan penutupan. Pukul 16.00 WIB, kami pulang. Kami diantar oleh kakak-kakak tour guide menuju parkiran bus. Mereka sangat ramah dan asik. Kami melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan. Seperti pada perjalanan berangkat, perjalanan pulang pun kami melantunkan doa kepada Sang Pencipta agar diberi keselamatan selama perjalanan.
Alhamdulillah kami tiba sesuai rencana. Sekitar pukul 18.00 WIB kami sudah sampai di Pemasaran Perumahan Taman Aster. Para ayah dan bunda sudah menunggu untuk menjemput buah hatinya.
Segala puji bagi Allah, kegiatan field trip ini berjalan dengan lancar. Para peserta didik pun merasa puas, terlihat dari refleksi kegiatan ini yang kami dapatkan dari para peserta didik. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan ini yaitu seperti melatih kerja sama dan kekompakan, mempererat ikatan satu sama lain, meningkatkan skill komunikasi, dan melatih problem-solving skill yang didapat dari beberapa permainan tadi. Selain pelajaran, para peserta didik juga mendapat pengalaman baru yang berbeda dari biasanya. Banyak dari mereka yang sebelumnya belum pernah menaiki flying fox, memegang ular, mendayung perahu, dan lain sebagainya. Hal tersebut membuat mereka ingin mengulang field trip kembali. Semoga kegiatan ini menjadi bekal berharga yang akan bermanfaat bagi mereka di masa yang akan datang.

